Senin, 15 September 2008

Hati-hati dengan apa yang anda makan

Apakah makanan yang akan Anda santap sudah higienis? Hati-hati! Anda patut
waspada dengan apa yang akan Anda makan. Walau sudah dimasak dengan baik
sekalipun, penyakit-penyakit berbahaya masih mengancam Anda. Berikut ini
adalah 10 Makanan yang berpotensi menyebarkan bakteri berbahaya dalam
tubuh
Anda dan bagaimana cara mencegahnya :

1. SAYUR KECAMBAH :
Tauge cukup lezat jika dimakan dengan gado-gado atau sebagai lalapan.
Tapi
waspadalah! Sayuran jenis kecambah - termasuk tauge - menduduki peringkat
teratas sebagai sayuran paling tidak higienis dan paling mudah terhinggapi
bakteri salmorella.
Agar terhindar dari penyakit yang disebabkan bakteri tersebut (e.g.
muntaber
dan diare), sebaiknya cuci bersih sayuran kecambah. Akan lebih baik jika
dicuci dengan air kaporit, tiriskan, lalu dicuci bersih dengan air
PAM, dan
dimasak. Jangan makan mentah karena dikuatirkan masih ada sisa bakteri
salmorella yang hinggap.

2. TELUR :
Banyak para atlet yang memakan telur mentah-mentah (kadang diblender
dengan
sayuran, susu lemak rendah atau buah). Bahkan banyak pria "macho" yang
menjadikan telur mentah sebagai menu sarapan sehari-hari. Well, My Friend.
Segera buang jauh kebiasaan itu. Ditengarai setiap 10.000 butir,
terdapat 1
yang terhinggapi bakteri salmorella. Lebih baik mana : terlihat macho tapi
mencret-mencret, atau hidup sehat (walau perut sedikit buncit karena
kandungan lemak telur yang cukup tinggi)? ^_^
Agar terhindar dari sakit perut, masak telur hingga benar-benar
matang. Jika
Anda tidak bisa menghindari kebiasaan makan telur mentah, satu-satunya
cara
adalah melakukan pasterisasi telur. Namun cara ini tentu mahal dan sangat
merepotkan. Anyway, it's your choice.

3. DAGING BURGER / STEAK
Makan daging sapi yang dibakar / disteak, tentu sudah menjadi hal
umum. Tapi
alangkah baiknya jika Anda meminta waiter untuk menyediakan well-done
steak.
Bukan berarti Anda banci yang tidak bisa menikmati steak yang "juicy" dan
masih berdarah-darah, tapi pertimbangkan risiko penyakitnya. Daging yang
setengah matang, biasanya bagian tengah daging masih mentah. Nah, di
sanalah
bakteri E. coli, salmorella, atau Ebola bersemayam. Enakan mana : daging
matang atau macho tapi terjangkit Ebola?
Pada daging, bakteri akan mati setelah dimasak pada suhu 160 derajat
celcius
selama 5 menit. Gorenglah daging dahulu sampai cukup matang, barulah
dibakar
Daging akan menjadi sedikit alot, dan mungkin rasanya akan berubah. Tapi
itu jauh lebih baik, daripada kena penyakit kan?

4. SAYURAN YANG TERBUNGKUS PLASTIK DENGAN RAPAT
Agar sayuran bersih dan tetap segar, beberapa produsen membungkus
sayur itu
rapat-rapat. Perlakukan demikian, justru mendatangkan bahaya. Selain
sayuran
menjadi rusak karena tidak ada udara mengalir, udara lembab dan panas di
dalam plastik justru membuat bakteri E.coli tumbuh subur, terutama pada
sayuran lettuce dan bayam. Karena itu, jika Anda ingin membeli sayuran
dalam
plastik, pastikan plastik tidak berada dalam kondisi tertutup rapat, dan
harus ada lubang untuk sayuran bernafas.
Setelah membeli sayuran itu, cuci bersih sayuran sebelum dimasak. Lakukan
pencucian sedikitnya 2X (cuci, tiris, lalu cuci dan tiris lagi) untuk
memastikan sayuran benar-benar bersih sebelum dimasak. Jika sayuran itu
terdiri dari daun yang berlapis-lapis seperti kol atau lettuce, buang 2
lembar pertama dulu sebelum sayuran dicuci.

5. SUSHI
Ini pun makanan sumber parasit, ulat panjang, ulat bulat, dan ulat bundar.
Bagaimana pun bersihnya sushi, tetap berpotensi berisi telur cacing yang
bisa berpotensi membuat Anda keracunan (bahkan pada beberapa kasus
tertentu,
bisa membuat wanita terkena kista / kanker rahim). Mencelupkan sushi ke
dalam wasabi atau kecap asin pun tidak terlalu membantu, karena hanya
membuang bakteri di luar. Sedangkan telur ulat biasanya berada di
tengah-tengah daging.
Jika Anda ingin sehat, hindari makan sushi. Masaklah ikan dengan suhu
minimal 145 derajat Celcius.
Kalau pun Anda benar-benar tidak bisa lepas dari sushi, pastikan sushi
yang
Anda makan adalah sushi yang sudah disimpan dalam pendingin bersuhu -3
derajat celcius selama minimal 15 jam (telur ulat akan mati dalam kondisi
tersebut). Jika pemilik restoran tidak bisa memberikan kepastian,
sebaiknya
pertimbangkan lagi niat Anda untuk makan sushi.


6. AYAM
Makan ayam setengah matang pun berpotensi terserang bakteri salmorella dan
complybacter (bakteri yang menyerang syaraf).
Jadi, pastikan ayam yang Anda makan benar-benar masak. Jika perlu,
pastikan
ayam Anda digoreng sebelum tersaji di meja makan.

7. MAYONESSE
Walau jarang terjadi, namun mayonesse pun berpotensi menjadi sarang
salmorella, terutama sekali jika mayonesse yang kita makan telah tersimpan
cukup lama (atau tutupnya tidak rapat).
Pastikan jika Anda menggunakan mayonesse, tutuplah dengan rapat dan simpan
di kulkas. Jangan simpan lama-lama mayonesse Anda. Walau tanggal
kadaluarsa
masih lama, tapi begitu tutupnya terbuka, mayonesse hanya tahan 1-2 minggu
(walau tersimpan dalam freezer sekalipun). Karena itu, jika tidak terlalu
butuh, belilah mayonesse dalam ukuran kecil, dan pastikan isinya habis
segera.

8. MELON
Walau tampak aman, ditengarai Melon Honduras sering menjadi sarang
salmorella. Kulitnya yang tipis, dengan mudah dapat dipenetrasi
bakteri itu.

Karena itu, saat membeli buah melon, pastikan kulit melon tidak pecah /
retak / rusak. Sebelum mengupas melon, lap kulitnya dengan air bersih
(lebih
baik air kaporit, kalo ada).

9. KEJU NON-PASTERISASI
Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, keju non-paterisasi (khususnya
keju kambing) adalah makanan favorit. Jika Anda kebetulan menyukainya,
waspadalah! Karena keju tersebut menyimpan bakteri salmorella,
listeria, dan
E. Coli. Keju ini pun sangat tidak baik untuk wanita hamil, anak-anak,
orang
tua, atau orang yang daya tahan tubuhnya tidak kuat. Jadi, sebaiknya
jangan
makan keju ini. Kalau pun sudah kadung suka (karena rasanya yang tajam dan
khas, serta jauh lebih enak dan renyah daripada keju biasa), paksakan
untuk
menghindarinya.

10. SALAD DI FAST FOOD
Beberapa restoran fast-food menyediakan salad yang terhampar bebas di
meja.
Anda tinggal mengambilnya. Gampang. Higienis? Ternyata tidak! Sayuran yang
diletakkan dengan bebas justru paling mudah dihinggapi virus dan bakteri.
Walau sebersih apapun restoran itu, tetap saja tidak akan mampu menahan
bakteri yang menempel.
Salad akan tetap bersih dan segar jika tersimpan di tempat pendingin atau
diletakkan di tempat dengan suhu yang cukup dingin. Memang tidak akan
membunuh bakteri, tapi setidaknya mengurangi jumlah bakteri yang akan
menghinggapinya.


3 komentar:

Joe mengatakan...

www.seemslikeidiot.blogspot.com
email: seemslikeidiot@yahoo.com
seems like idiot band tegal jawa tengah
araban3 araban 3
www.youtube.com/seemslikeidiot

Arga mengatakan...

memang benar kita harus selalu hati - hati terhadap apa yang kita makan karena makanan yang kita makan mengandung banyak bakteri

KETOPRAK mengatakan...

yoi banget