Minggu, 25 Oktober 2009

Lubang dosa

LUBANG DOSA

Isi jiwaku rapuh dalam kesendirian

Menatap sepi bayang-bayang hampa

Hatiku bergetar seperti duka yang tercabik

Bersandar lemah didahan pohon yang terkoyak

O, sang penguasa alam

Dosa apa yang kuperbuat selama ini

Hatiku meronta dalam kekalutan

Bagaikan petir yang menyambar

Disetiap rongga kehidupan

Tuhan, masihkah pantas aku memohon ampunan-Mu

Karena tubuhku dipenuhi lumuran dosa

Tuhan, aku malu terhadap dirimu yang penuh kasih

Aku berbuat dosa dihadapanmu

Aku melupakan kasih sayangmu

Aku tertawa disamping saudaraku yang menangis

Dan disetiap tubuhku penuh dengan coretan hitam

Tuhan, aku sombong dengan ketidakberdayaanku

Aku rapuh tanpa bimbinganmu

Cinta kasih kepada hambamu sangat tulus

Tetapi aku mengharap imbalan

Tuhan, izinkan aku untuk bertobat

Dalam setiap dosa-dosa yang tak terbatas

Dalam setiap pengharapan yang berkepanjangan

Dan dalam isi jiwaku kepadamu….

Aku bersimpuh karena-Mu

TAUBAT

Kesepian jiwaku melukai batin

Tercabik dalam cambuk kemunafikan

Terbias dalam hempasan luka

Diwarnai kekalutan bayangan hitam

Oh, jiwa yang terpasung

Resah apa yang aku timbulkan

Dalam ketakutan yang tiada batas

Diiringi dalam hempasan badai

Tuhan, izinkan aku untuk menuai sabdamu

Dalam bimbingan yang maha sempurna

Dalam kedekatan sunah nabimu

Tuhan, hatiku tertunduk malu terhadap-Mu

Dosa yang aku timbulkan seluas langit dan bumi

Disetiap kemunafikan yang aku perbuat

Tuhan, duniaku jauhkan kasih sayang-Mu

Padahal kasih-Mu luas tiada terbatas

Kedekatan-Mu terhadapku tiada berjarak

Sedangkan diriku jauh tiada berujung

Tuhan, jiwaku hampa tanpa bimbingan-Mu

Resahku hancurkan kegelisahan luka dalam

Rongga nafasku nyaris tanpa siraman surgawi

Kerongkonganku nyaris tanpa menyebut asma-Mu

Tuhan, masihkah pantas Kau mengampuniku

Padahal tubuhku dipenuhi lumuran dosa

Daki-dakiku hitam pekat tanpa warna

Jiwaku berkata untuk yang kesekian kali

Tuhan, aku bertobat

SANG MAHA KEKASIH

Ya Allah

sesungguhnya aku hanya puing-puing kecil

ditengah rapuhnya gedung-gedung tua

dosa-dosa yang aku punya lebih luas dari langit dan bumi

jiwaku hampa tanpa menyebut asma-Mu

aku takut dalam lembah yang gelap

tak tahu arah kemana melangkah

Ya Allah

Bebaskan aku dari syetan-syetan yang mengikatku

Aku terkapar dalam ketidak berdayaan ku

Sendiri ditengah ramainya orang

Yang kian tertawa akan dosa-dosa mereka

Ya Allah

Masihkah pantas aku menyebut Asma-Mu yang suci

Dengan mulut ku yang dipenuhi lumuran dosa

Dengan tanganku yang kotor dan menjijikan

Dengan isi jiwaku yang dipenuhi kotoran dosa

Ya Allah

Obatilah daku yang sakit akan ketidak berdayaanku ini

Lembutkan jiwaku yang keras dengan kesejukan Rahmat-Mu

Langkahku tersesat tak tahu dimana pancaran Iman-Mu

Berikanlah aku akan lembutnya keimanan

Ya Allah

Masihkah pantas aku untuk bertaubat

Dengan butiran-butiran dosa yang aku punya

Dengan kesombongan yang sering aku perbuat

Dengan keberanian akan melanggar larangan-Mu

Dengan tangisan penyesalan kemudian berbuat lagi

Ya Allah

Aku malu dengan ketidak berdayaanku

Aku rapuh dalam kesombongan ku

Aku hina akan perbuatanku

hingga untuk kesekian kali aku berucap

Aku khilaf

JIWA SEGALA JIWA

Dalam setiap langkah aku tertegun

Menyibak makna tanpa warna

Gemericik gelang hempaskan kesunyian

Disuatu resah pantulkan jiwa

Bersemayam aku dalam pandangmu

Bergulir rindunya perasaan cinta

Berarak duka matikan rasa

Jiwa meronta bangkitkan penyesalan

Oh jiwa segala jiwa

Penyejukku kau hempaskan ke semak-samak

Beretak kencang jiwa merana

Setengah hati bersatu dan berbenturan

Oh jiwa segala jiwa

Lemahku melukai hatimu

Menolak cinta hati yang lain

Menyapu luka tampakkan batin

Oh jiwa segala jiwa

Roh ku mendekat kearah fatamorgana

Berarak rasa hempaskan kerinduan

Dalam indahnya cinta hanyalah fana

hingga Melukiskan sengsara yang tiada batas

Oh jiwa segala jiwa

Apakah rasa secangir cawan

Hingga madu kurasa racun yang kuteguk

Bercermin bayangan orang-orang tertawa

Dalam jiwaku aku berkata

Cinta tak selalu kau teguk dengan kebahagiaan

CINTA

Cinta, kau hadir dalam setiap mimpiku

hantarkan aku dalam pintu gerbangmu

bila takdir t’lah tiba

bersatulah dengan membawa setiap angan ku

cinta, bergema terasa dalam setiap getaran di jiwaku

untuk menembus setiap langkah hatiku

terbesit dalam hatiku untuk merengkuh di jiwamu

menelusuri dalam untaian kelembutan cintamu

dan tak akan kulupa semua kasih sayang mu untuk ku

cinta, kerinduanku tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam

akan ku bawa engkau dalam setiap kebahagiaan ku

kan kupetik bintang cinta yang ada dilangit

dan kupersembahkan untuk kasih sayang mu

dan kuukir langit yang bersinar terang dengan keceriaan

dengan senyuman dibibirmu

cinta, dekaplah dengan kelembutanmu

karena semua yang engkau berikan

akan berakhir dengan kebahagiaan

hingga disetiap panorama surgawi

terpampang dalam keindahan cinta

cinta, untukmu kan kuserahkan cintaku

dalam setiap derai nafasku yang dalam

dalam setiap langkahku yang panjang

dan dalam setiap angan-angan ku yang penuh harap

karena kau, aku cinta kau dengan cinta

RATAPAN ANAK MANUSIA

Rindu jiwa kemana melangkah

Hanya pepesan kosong entah apa

Bisikan hati timbulkan pertanyaan

Hanya gurauan sempitkan pengetahuan

Kau cinta jiwamu sendiri

patahkan jendela yang tersinari matahari pagi

gema takbir remehkan panggilan wajib

Lima waktumu kau hempaskan ke semak-semak

Biarkan mulutmu berbusa karena bualan kosongmu

Penyesalan nanti akan kau rasakan

Tak ada satu yang peduli engkau

Sia-sialah sudah hidup yang kau jalani

Masikah ada harapan yang kau punya?

Hanya tangisan yang akan kau dapat

Tak peduli meronta kan sia-sia

Nasib kelam yang kau punya

Jangan menyesal sebab itu tak berarti apa-apa

Hanya satu nasihat yang aku berikan untukmu kelak

Bersihkan dirimu dari yang pernah melekat dalam dirimu

Sayatan-sayatan sang benalu

Sepi harus kulalui dengan tak tahu arah

Menggema rasa tapi tak sama

Sekujur tubuh bergetar mengisi kebisingan

Resapi makna tak tahu apa

Hanya ketakutan yang aku bawa

Ratapan apa pada siapa

Gila cinta arti sesungguhnya

Apa beda setan dengan dirimu

Hanya omongan yang kau punya

isi cinta dengan kebencian

Amarah tertahan bagai bom waktu

Hai …Kau yang kubenci dengarkanlah

Jangan kau gores luka untuk yang kesekian kali

Karena kau lebih berdosa dari pelacur jalanan

Kau sang pencuri yang tak mau salah

Hatimu yang keras bagai gumpalan dosa yang kau pelihara

Sisakan serpihan salju dalam jiwamu

Kau gores hati orang yang tak berdosa

Hanya bias-bias kosong dalam dirimu

Dengarkankan aku berdoa untuk yang kesekian kali

Biarkan Allah yang akan membalas

Serpihan Luka Yang Tergores

Jiwaku melayang entah kemana

Memantulkan bayangan yang tak tahu apa

Bersemikan pandangan dalam kegelapan

Hingga terbesit keinginan untuk meninggalkan

Apa dayaku yang lemah ini

Seperti pengemis yang meminta dengan wajah memelas

Apa daya aku yang hina ini

Bagai pelajur jalanan yang menjajakan kehormatan

O, suara takdir yang menggema

Sampai kapan semua ini akan terus begulir

Meresap kebisingan orang-orang yang tertawa

Terlentang kaku bagai orang yang tak bernyawa

Sepi, apakah ini yang menjadi pendampingku

Dalam duka disetiap goresan sayatan pisau beracun

Hingga merobek disetiap kulitku yang semakin tipis nan kaku

O, kau yang gila kekayaan

Apakah pantas kau duduk dibangku kehormatan

Hingga darah orang-orang yang lemah terus mengering

Dalam rintihan anak-anak kecil yang kelaparan

Dalam jeritan ibu-ibu yang melindungi anaknya

Ditengah binatang buas lapar yang sedang mengintai mengsanya

Dengarkan wahai orang-orang yang tak mau dengar

Rintihan tangis mereka memang bukan apa-apa

Sebab mereka terbiasa dengan keadaan yang terkucil

Sebab mereka terbiasa dengan wajah-wajah yang tertindas

Dan mereka terbiasa dengan segala penderitaan

Kini aku hanya berpesan dengan hati yang terkikis

Tuhan tidaklah buta

Dan Tuhan tidaklah tuli

Gema Adzan

Dalam gema azan dikumandangkan

Jiwaku meresap dalam panggilannya

Bagaikan pancaran sinar yang meresap dalam dadaku

Hinggga meneteskan airmata kehangatan

O, sang penguasa alam

Hantarkan aku dalam bimbingan jalan-Mu

Hingga aku bisa merengkuh dalam serpihan kasih sayang-Mu

Menuai tanggung jawab dalam kebahagiaan

Allahuakbar 3x

Bergetar terasa sekujur tubuhku

Damai dijiwa meresap dalam kalbuku yang kering

Memompa dalam setiap batinku yang terkoyak

Hingga tersirat rahasia takdir yang terungkap

O sang penguasa alam

Damai ku bersama cinta kasih sayang-Mu

Hingga damai terpancar dalam jiwaku yang gelap

Kerongkongan ku yang kering kau siram dengan asma-Mu yang suci

Hingga terkuak kemahacintaan-Mu kepada hambamu yang hina

Ratapan orang-orang tercela

Arti Cinta seperti apa dimana dan mengapa

Mengapa setiap langkah selalu ada cinta

Hidup sepi tak mengerti arah

Bagaimana kau rindu dalam jiwa yang menangis

Disetiap pantulan jiwa yang terasing

Oh kau yang berbicara dengan mulut tertutup

Sampai kapan kau hinggap di dalam celana pendekmu yang lusuh

Aku berfikir dengan angan-angan yang tak nyata

Bercerita dengan canda tawa penderitaan

Sepiku termenung resapi diri

mencari makna yang aku cari selama ini

jiwa bergetar rapuh tak tertahankan

menyapu terbang bersama angin yang berhembus

oh isi jiwa yang kesepian

apa daya aku yang hina ini

merengkuh aku dalam ketidak berdayaan

bagai anak yang menangis ditinggal pergi ibunya

jiwa rasa mengapa merana

bagai bintang yang indah bila kau lihat

tapi hanya bisa kau tatap dan tak bisa kau petik

sampai kapan akan kuarungi semua ini

retapi kegelisahan

dalam penderitaan yang berkepanjangan

apa daya aku yang bodoh ini

ditinggal masa kemudian menangis

sepi kemudian terbang dan ditiup angin

Gadis berkerudung

Gadis berkerudung

Isi jiwaku merengkuh dalam isi jiwamu

Senyummu hangatkan hatiku yang membeku

Nafasmu segarkan panorama surgawi

Menyinari jalanku yang gelap mencekam

Gadis berkerudung

Datanglah dengan senyuman dalam hatiku yang rapuh

Kan kulukis indah wajahmu dengan pelangi dilangit

Kau bagai bintang yang berkedip hiasi malam

Disuasana dingin menyelimuti heningnya malam

Gadis berkerudung

Akankah kau puja seperti yang ku puja

Meniti kehidupan dalam angan-angan yang nyata

Membasuh kerinduan yang akan kubawa

Disetiap hembusan angin yang membawa kerinduan ku

Gadis berkerudung

Aku butuh cinta kasih sayang mu

Genggamlah tanganku yang rapuh tak berdaya

Meniti segala kehidupan yang kian membeku

Demi kebahagiaan antara kau dan aku

Antara Kebahagiaan dan Senyuman

Aku dan kekasihku berjalan diantara dua sungai yang mengalir

Senyummya kautampakkan dengan kebahagiaan

Aliran sungai mengalir seirama

Bunga bakung mengambang diantara jiwa dan rasa

kau bercerita diantara sepasang pohon yang berhembus

aku memperhatikan dia bercerita dengan seksama

karena keindahan yang kau berikan lebih dalam dari jiwa kita

hembusan angin semilir yang berhembus

membawa panorama surgawi yang kau tanam

lihatlah sayang! matahari tersenyum menyapa alam

kicauan burung bernyanyi diantara batang yang tumbuh

bunga mawar merekah seindah wajah mu yang berseri

kau cinta sejati yang tak akan pernah hilang

kan ku ukir indah dalam jiwaku yang terdalam

menepis keraguan yang kubawa diwaktu senja

hingga fajar berganti cerahkan asa

O, sang dewi yang kesepian

Pantulkan jiwa ini dalam pengharapan

Resapi makna dalam kehidupan

Matikan rasa dalam penyesalan

Kosong

Aku terdiam duduk terpaku menyendiri

Ditengah keramaian orang yang tertawa

Bersandar ku dalam kulit kayu yang rapuh

Hingga jiwa merona tak seperti apa adanya

Sepi sunyi aku lalui dengan tak tahu arah

Bagaimana bintang yang bersinar

Tau akan jalan ku yang akan ku lalui

dalam untaian kata-kata yang tak aku mengerti

disetiap pembicaran yang kosong dan tak bermakna

Bagaimana kau hidup jalanilah dengan hati yang lapang

hingga kosong terus membelenggu dalam takdir yang berkepanjangan

Bidadari

Bidadari, kau hadirkan kelembutan bagi diriku

Senyummu kau tampakkan dengan cahaya

Ingin ku rengkuh engkau dengan lembut sukmaku

Hingga terpasang panorama indah dalam kasihmu

Bidadari, datanglah dengan senyuman dibibirmu

Dan bawalah aku dengan seribu sayapmu

hingga cinta meresap dalam kebahagiaan

Bidadari, aku cinta kau karena kau yang kucinta

kelembutan hatimu terpaut oleh serpihan rasa yang terdalam

bila engkau tersenyum resahku terhempaskan ke semak-semak

Semua telah berubah

Seperti yang kau lihat hanya kedipan mata

Menghilang seperti bayangan yang melesat bagai kilat

Yang menyambar rona kehidupan

All poets wroted by Mr. Tyas Rachman Sambudi

Tidak ada komentar: